artikel



Sekolahku, SMK Negeri 1 Glagah

SMKN 1 GLAGAH

 

SELAYANG PANDANG SMK NEGERI 1 GLAGAH BANYUWANGI

        Pada awalnya SMK Negeri 1 Glagah (d/h STM Banyuwangi) adalah peningkatan dari Sekolah Teknologi (ST) Negeri Banyuwangi pada tahun 1977, sesuai dengan SK Mendibud RI No. 0209/O/1980 tertanggal 30 Juli 1980 dan memiliki 3 (tiga) jurusan yaitu : Mesin, Listrik dan Bangunan

        Lokasi sekolah pada saat itu di Gedung milik Yayasan Blambangan, yang terlektak dijalan mawar No 16 Kelurahan Penataban Kecamatan Giri Kabupaten Banyuwangi. Dalam perkembangan berikutnya pada tahun 1981 dimulailah proyek pembangunan STM Banyuwangi yang teletak di jalan Kuntulan No 1 Kelurahan Banjarsari Kec Glagah Kabupaten Banyuwangi.

       Pada tahun 1985 mengadakan relokasi sekaligus mengembangkan diri menjadi 5 (lima) jurusan, sesuai dengan Surat Keputusan Direktur Dikmenjur No 108/C4/Kep/I.86 tertanggal 4 Desembar 1985 yaitu :

No Jurusan Program Studi
1 Teknologi Pengolahan Logam Mesin Produksi
2 Bangunan Bangunan Gedung
3 Listrik Listrik Instalasi
4 Elektronika Elektronika Komunikasi
5 Automotif Mekanik Otomotif

      Seiring dengan perkembangan dan kemajuan jaman, STM Negeri berubah menjadi SMK Negeri Glagah membuka beberapa Program Keahlian baru yaitu:

No Bidang Keahlian Program Keahlian
1 Teknik Bangunan 1. Teknik Konstruksi Bangunan

2. Teknik Gambar Bangunan

2 Teknik Elektro 1. Teknik Audio Video

2. Teknik Elektronika Industri

3. Teknik Komputer & Jaringan

4. Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik

3 Teknik Mesin 1. Teknik Mekanik Otomotif

2. Teknik Mesin Perkakas

3. Teknik Las

4 Pelayaran 1. Nautika Perikanan Laut

2. Teknika Perikanan Laut

5 Perikanan 1. Budidaya Perikanan

2. Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan

      Dalam menyongsong pasar bebas dan siap bersaing dengan negara - negara luar maka pada tertanggal 21 September 2007 SMK Negeri 1 Glagah Mendapatkan Sertifikat ISO 9001 : 2000 dari SAI Global dengan No Sertifikat QEC24485.

      Dan Pada bulan Juli 2008 SMK Negeri 1 Glagah Banyuwangi mendapatkan perdikat SBI (Sekolah Berstandar Internasional).



Profil SMKN 1 GLAGAH

Nama Sekolah : SMK NEGERI 1 GLAGAH
Alamat : Jl Kuntulan no. 1
Desa : Banjarsari
Kecamatan : Glagah
Kabupaten : Banyuwangi
No.Telepon : 0333-421222
Status Sekolah : NEGERI
NSS : 321052517001
NIS : 400230
THN.BERDIRI : 1980
STATUS TANAH : HAK GUNA
LUAS TANAH : 3500M2
NAMA KEPALA SEKOLAH : Drs.YUSKARDIMAN
SK.KEPALA SEKOLAH : 321.2/254/429.305/2006

 

 
TANGGAL 26 DESEMBER 2006
NAMA YAYASAN (BAGI SWT) : -
ALAMAT YAYASAN (NO.TELP.) : -
JENJANG AKREDITASI : A B
NO.REKENING BANK JATIM : 0021018788 (GIRO)
BIDANG/ PROG.KEAHLIAN : 1. BIDANG TEKNIK BANGUNAN

 

 
   -TEKNIK KONSTRUKSI BANGUNAN

 

 
   -TEKNIK GAMBAR BANGUNAN

 

 
2. BIDANG TEKNIK ELEKTRO

 

 
   -TEKNIK AUDIO VIDEO

 

 
   -TEKNIK ELEKTRONIKA INDUSTRI

 

 
   -TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN

 

 
   -TEKNIK PEMANFAATN ENERGI LISTRIK

 

 
3. BIDANG TEKNIK MESIN

 

 
   -TEKNIK PEMESINAN

 

 
   -TEKNIK LAS

 

 
   -TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

 

 
4. BIDANG PELAYARAN

 

 
   -NAUTIKA PERIKANAN LAUT

 

 
   -TEKNIKA PERIKANAN LAUT

 

 
5. BIDANG PERIKANAN

 

 
   -BUDIDAYA PERIKANAN LAUT

 

 
   -TEKNOLOGI PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN

DATA GURU

NO STATUS GURU PENDIDIKAN
SLTA D1 D2 D3 D4 S1 S2
1 GURU TETAP
 
1
 
10 5 83 11
2 GURU BANTU
 

 

 

 
1 4
 
3 GURU TIDAK TETAP 1 3
 
19 3 48 1

 
JUMLAH 1 4
 
29 9 135 12

DATA MURID RUANG KELAS DAN ROMBEL                                                                   
 

NO  KELAS  JUMLAH SISWA JUMLAH
L P JUMLAH RUANG KELAS ROMBEL
1 X 852 40 892 10 23
2 XI 593 18 611 10 18
3 XII 550 20 570 10 18

 

JUMLAH 1995 78 2073 10 59

 


___________________________________________________




DUNIA PENDIDIKAN INDONESIA

Lebih Baik Mana, Gratis atau Murah ?

Kebanyakan program sekolah gratis merupakan strategi kilat para kandidat legislatif maupun kepala daerah untuk mendapatkan kursi mereka. Dan sayangnya banyak sekali masyarakat yang termakan olehnya. Oleh karenanya banyak sekali orang tua yang lepas tangan, tidak mau mengeluarkan biaya sepeser pun karena menurutnya segalah hal telah ditanggung oleh pemerintah. Namun pernahkah kita mencari tahu akan cara kerjanya? Lebih banyak keuntungan atau kerugian akan pendidikan yang kita dapatkan?

Padahal karena gratisnya sekolah, membuat sekolah terhambat pengembangan dan pembangunannya akan pencapaian rencana sekolah dalam memberi nilai lebih sekolah. Misal seperti peningkatan sekolah menjadi sekolah nasional, sekolah internasional, sekolah dengan keunggulan tertentu dan lain sebagainya. Dikarenakan kurang bahkan tidak adanya partisipasi orang tua terhadap pendidikan yang meliputi sarana dan prasarana yang digunakan untuk anak mereka bersekolah.

Memang benar dengan adanya program sekolah gratis semua masyarakat yang tidak mampu bisa menyekolahkan anak – anak mereka tanpa biaya. Beban hidup mereka bisa teringankan. Untuk para golongan menengah keatas bisa memungkinkan untuk menabung agar nantinya mereka bisa menyekolahkan anak – anak mereka ke perguruan tinggi setelah tamat SMA maupun SMK. Begitulah dampak positif dari sekolah gratis. Yang mana merupakan keuntungan yang meliputi segi ekonomi saja. Pernahkah kita memikirkan akan kualitas pendidikan yang kita dapatkan secara gratis? Mungkin bagi masyarakat biasa yang hanya memikirkan bagaimana caranya anak mereka bisa pergi ke sekolah tidak pernah memikirkannya. Asal anak mereka pagi berangkat dari rumah dan siangnya kembali ke rumah serta di akhir semester bisa menerima rapot itu sudah cukup. Padahal banyak sekali komposisi pendidikan yang kita dapatkan secara gratis ini yang terkurangi. Contohnya saja di sekolah saya, SMKN 1 GLAGAH di Banyuwangi, komputer – komputer yang terdapat di ruang KKPI semakin lama semakin berkurang, bukan karena adanya kasus kemalingan, akan tetapi semakin lama semakin banyak komputer yang tidak dapat digunakan karena rusak. Pihak sekolah sebenarnya sudah berusaha untuk membetulkan komputer – komputer itu akan tetapi masih ada komputer yang perlu penggantian suku cadang, karena dana yang ada belum mencukupi dan sekolah kesulitan untuk mencari dana akhirnya komputer – komputer itu dibiarkan dan digunakan yang bisa saja. Komputer – komputer yang bisa dipakai jumlahnya kurang dari setengah jumlah murid dalam satu kelas. Hal tersebut sangatlah menghambat pemberian materi yang ada, dengan begitu yang sebenarnya materi dalam satu tahun bisa mencapai 25 bab karena hambatan tersebut mungkin guru hanya bisa memberi 10 – 15 bab saja. Apakah disini guru yang harus dituntut? Tidak juga. Guru telah melakukan tugasnya semaksimal mungkin, akan tetapi karena hambatan yang ada itu juga di luar batas kemampuan guru untuk sesegera mungkin mengatasi, jadi hanyalah partisipasi orang tualah yang bisa membantu masalah ini untuk menemukan jalan keluar.

Karena sempitnya ruang gerak sekolah untuk bisa berkembang dan tumbuh secara cepat, terpaksa sekolah berkembang dan tumbuh dengan sedikit demi sedikit bahkan nihil. Akibatnya juga pasti murid – murid yang merasakan. Bersekolah hanya mengandalkan buku – buku yang ada, susah mempraktikan ilmu yang telah dipelajari.

Seharusnya di samping pemerintah menjalankan program sekolah gratis, pemerintah juga harus bisa mengayomi sekolah – sekolah yang diharuskan gratis. Tidak hanya mencetuskan gratis, namun lepas tangan akan efek pendidikan gratis pada kualitas pendidikan yang ada.

Dilihat dari apa yang saya tulis ini, saya beragumen bahwasanya pendidikan itu lebih baik murah, bukannya gratis. Biaya sekolah yang setara dengan kemampuan orang tua murid untuk membiayai. Dengan murahnya pendidikan akan ada sebercak perubahan yang mungkin terjadi. Partisipasi orang tua bisa terlihat, dan rasa was – was orang tua terhadap sekolah anaknya bisa timbul lebih baik karena orang tua pasti akan menyayangkan apabila anak mereka sekolah dengan tidak baik padahal mereka telah mengeluarkan biaya walaupun itu hanya seperak.

Akan tetapi, semuanya hanya bisa dikembalikan ke individu masing – masing yang meliputi pemerintah dan kabinetnya, pihak sekolah, orang tua murid dan muridnya itu sendiri untuk bisa menyikapi keadaan yang ada. Segala situasi yang baik maupun buruk itu juga merupakan karunia dari Tuhan, hanya saja bagaimana tindakan kita untuk bisa merubahnya menjadi situasi dan kondisi yang seperti kita inginkan.

0 komentar:

Posting Komentar