Seiring dengan kemajuan zaman yang telah kita tempuh, kita dituntut untuk mengikuti perkembangan-perkembangan yang telah terjadi. Di dunia ini semua perubahan pasti didasari oleh akal dan pikiran manusia. Untuk menemani dan mendukung akal dan pikiran maka dibutuhkan suatu pendidikan. Pendidikan merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan. Manusia mengetahui segala hal juga dari pendidikan, dari tidak tahu menjadi tahu. Misalnya dari tidak bisa membaca menjadi bisa. Dari tidak bisa berjalan menjadi bisa berjalan bahkan bisa berlari. Semua diperlukan tahapan-tahapan tertentu. Dengan begitu pendidikan ialah suatu cara untuk mendapatkan pengetahuan baru dengan mengikuti pembelajaran-pembelajaran. Pendidikan dibagi menjadi tiga yaitu: formal,informal, nonformal. Meskipun cara yang ditempuh berbeda-beda, tetapi semuanya memiliki tujuan yang sama.
Sekarang ini pendidikan di Indonesia masih terbilang tertinggal jauh dari negara-negara lain. Mengapa hal ini bisa terjadi? Padahal sistem pendidikan yang diterapkan di Indonesia sudah bagus, tetapi cara mengoperasiaannya yang masih kurang sehingga masih banyak tujuan yang tidak tercapai malah ada juga yang melenceng . Hal ini patut di tanggapi dan diwaspadai oleh pemerintah. Kita tahu bahwa memang benar Indonesia memiliki latar belakang sejarah yang kurang mengutungkan bagi rakyat Indonesia. Selama 350 tahun Indonesia terisolasi dan jauh dari dunia pendidikan. Hal ini membuat kurangnya pengetahuan dan wawasan tentang dunia luar dan perkembangan. Padahal waktu itu negara-negara anggota perang dunia sudah memiliki senjata-senjata yang modern. Ini adalah awal yang kurang bagus bagi Indonesia dengan kata lain Indonesia start di bagian paling akhir. Disamping itu adalah kurangnya ekonomi atau penduduk miskin yang masih banyak di Indonesia. Seolah-olah pendidikan hanya dapat dirasakan bagi orang-orang menengah saja sedangkan bagi orang yang penghasilannya relatif sedikit semakin terpuruk karena anaknya atau penerusnya bernasib sama. Hak untuk mendapatkan pendidikan tidak semua orang yang merasakan.
Upaya-upaya pemerintah untuk mengatasi dan mengurangi berbagai masalah pendidikan seperti: anak putus sekolah, sarana tidak memadai,nilai yang diperjual belikan, sudah banyak yang dilakukan misalnya: mengadakan program wajib belajar 9 tahun. Namun biaya adalah kendala utama yang tidak mendukung program tersebut. Memang benar sekarang ada program pendidikan gratis yang dicanangkan oleh pemerintah. Tetapi apa benar sekolah memang benar-benar gratis. Banyak orang yang salah mengartikan kata gratis didalam kalimat tersebut. Padahal gratis yang dimaksudkan adalah bebas dari biaya spp. Banyak sekali masyarakat yang tejebak dalam kalimat itu dan akhirnya memutuskan untuk putus sekolah. Pendidikan gratis antardaerah tidak bisa disamakan begitu saja. Memang benar jika kebetulan sebuah kota/kabupaten mempunyai dana yang cukup, maka pendidikan gratis dapat dilakukan sepenuhnya. Tetapi semua itu tergantung kepada komitmen pejabat kalau pejabatnya tidak peduli maka tidak akan realisasi sama sekali. Semua pendidikan gratis sangat bergantung pada ketersediaan anggaran dan juga komitmen para pejabat.
Faktor lain yang menyebabkan pendidikan di Indonesia mengalami penurunan ialah aspek yang diperhatikan dalam pendidikan ialah pengacuan yang lebih ditujukan untuk nilai akhir semata sehingga proses pembelajaran tidak terlalu diperhatikan. Selain itu hasrat untuk meraup keuntungan yang bersifat materi sangat mewarnai penyelenggaraan pendidikan,baik dari pribadi maupun kelompok tertentu sehingga yang diutamakan adalah kepentingan pribadi daripada kepentingan bersama. Dalam rangka membangun pendidikan di Indonesia hendaknya tidak lupa diiringi dengan pendidikan akhlak dan taqwa kepada Allah swt. Karena kita tahu tanpa itu semua pembangunan pendidikan akan terasa sia-sia serta kecerdasan yang tinggi tanpa disertai akhlak yang tinggi akan sia-sia belaka.
Semua ini tergantung kepada generasi muda sehingga kita harus lebih membenahi pendidikan di Indonesia. Jika pendidikan sudah maju maka secara otomatis akan terlahir generasi muda yang berkemampuan IPTEK tinggi. Mari kita dukung dan berpartisipasi dalam pembangunan pendidikan di Indonesia.


0 komentar:
Posting Komentar